Kamis, 16 Juni 2011

Humor ala Guru Edan!

[caption id="attachment_114327" align="aligncenter" width="484" caption=""]130820422669043757[/caption]


Pelajaran disekolah sering membosankan, apa lagi kalau gurunya tua, jelek, galak lagi. . .. Wahh.. Bete banget mesti.. Tapi kalo gurunya cewek, masih muda, cantik lagi.. . Murid-murid cowok pasti pada semangat, tapi semangat merhatiin gurunya, nggak semangat belajarnya . . .

Beda dengan kasus kali ini, pelajaran matematika yang biasanya bikin pusing dan ngebosenin bisa diubah menjadi pelajaran yang asyk dan menyenangkan. Salah satunya adalah dengan disisipi pertanyaan-pertanyaan yang berbau humor. Kadang humor dari guru matematika itu bener-bener lucu, kadang garing nggak ada lucunya sama sekali.Tapi lucu nggak lucu humornya, tetep aja temen-temenku pada ketawa, emang dasarnya uda pada gila . .

Ini dia pertanyaan humor dari guru matematiku yang masih aku ingat:
~"Apa yang kalo malem ada didapur, kalo pagi dikamar tidur, kalo siang diruang tamu?"
"Pertanyaan yang aneh, kayanya nggak ada yang kaya gitu," pikirku dalam hati. Satu per satu jawaban terdengar dari teman-temanku. Namun nihil, jawabannya salah semua.
"Hayo apa?? Uda nggak ada yang tau? Jawabannya adalah kompor."
...??? Penuh tanda tanya di pikiran kami, kok bisa ya??
"Lho . . . Kog bisa Pak?" salah satu temanku memberanikan diri untuk bertanya.
"Iya bisa... Orang kompor-kompor saya, kalo pagi mau saya taruh dimana, siang dimana, malem dimana ya teserah saya. . ."
Wuahahaahaaa. . . . .
Guru edan, sama ma muridnya. . . Hhahahaa

Belum Saatnya bermain Cinta

Dari wikipedia "Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi." Semua orang pasti merasakan dengan apa yang dinamakan dengan Cinta. Tidak bisa ditolak dan dipungkiri lagi kalau seseorang sudah terserang penyakit yang disebut Cinta. Karena cinta adalah Anugrah pemberian Tuhan yang pasti dirasakan oleh setiap umat manusia. Tidak ada yang tahu kapan Cinta itu datang melanda diri seseorang.

Tua, muda, remaja, janda, duda semua berkata-kata tentang cinta. Semua sinetron di TV juga bertemakan Cinta. Cinta kepada Sang Pencipta adalah Cinta terbesar yang seharusnya dimiliki setiap manusia. Yang kedua cinta kepada keluarga, yang ketiga cinta kepada teman-teman dan para sahabat, dan yang keempat cinta kepada sang kekasih.

Kenapa cinta kepada sang kekasih berada diurutan keempat?
Karena Tuhan sudah menciptakan dan memberi kenikmatan-kenikmatan yang tiada terkira jumlahnya. Keluarga sudah mendidik seseorang, dan keluarga merupakan manusia pertama kali yang dikenal oleh seseorang. Sementara teman dan para sahabat sudah kita kenal sejak kecil, selalu menemani, dan bersedia membantu jika teman lain membutuhkan bantuan. Seseorang baru akan mengenal calon kekasih biasanya ketika usia remaja. Jadi cinta yang sudah dikenal sejak kecil tidak bisa dikalahkan oleh cinta yang satu ini.

Bicara masalah cinta kepada sang kekasih, seharusnya dirasakan oleh orang yang sudah siap untuk membangun sebuah keluarga hingga ia menutup mata. Tapi belakangan ini terlihat para pelajar sudah berani menjalin hubungan yang tak resmi dengan lawan jenisnya. Katanya tidak gaul kalau tidak punya pacar. Itulah kata-kata paling bodoh dalam dunia percintaan.

Akibatnya . . . Seks bebas dimana-mana, siswi SMP/SMA hamil, banyak remaja yang terserang HIV. Ketika seorang siswi SMA hamil, dan bapak dari anak yang dikandungnya itu masih sekolah juga. Apakah mereka bisa membangun sebuah keluarga? Si suami akan pusing memikirkan bagaimana ia dapat menghidupi keluarganya, mencari pekerjaan apa pun hanya dengan bermodalkan nekat. Karena dia belum punya ijazah untuk melamar kerja.

Hanya orang bodoh lah yang mau mengorbankan indahnya masa depan hanya demi kebahagiaan yang hanya dirasakan sesaat saja.


"Hidup ini perjuangan, bukan percintaan. Lu ajak cewek Lu makan emang pake Cinta, nonton pake Cinta, nasi pake Cinta. Enak ya kalo gitu bisa ngirit uang donk, nggak ngluarin banyak-banyak uang donk." (Lirik lagu Bukan lagu Cinta--7 Kurcaci)

Rabu, 15 Juni 2011

Cintaku Setia, Bukan Cinta Monyet

1308126718485123660

Sinar mentari pagi begitu cerah, hangat mengeringkan embun-embun yang menempel didedaunan. Suara ayam jago terdengar berisik di telinga, namun kicauan burung-burung bisa merubahnya menjadi aransenmen yang enak didengar.

Malas agaknya Riki beranjak dari tempat tidurnya. Terdengar suara wanita tua membangunkan Riki, ya... Dialah Ibunya Riki. "Kamu mau sekolah gag sich Rik? Uda siang"
"Hoah. . . Iya ni uda bangun Ma. . . " balas Riki sambil menguap.
Tanpa membereskan kamar tidur yang super berantakan karena memang tidak pernah diberesi oleh Riki, Riki langsung ke kamar mandi, karena Riki harus segera berangkat ke sekolah.

Pakai seragam, makan, dan yang terakhir pamitan sama mama. Kebiasaan ini sudah diajari mamanya sejak Riki duduk di Taman Kanak-kanak, hingga kini ia kelas 2 SMA di salah satu SMA favorit di kotanya.

Go to Skull . . . . .

Dikayuhnya sepeda balap kebanggaannya. Bersepeda adalah hobi Riki, tidak ada hari yang Riki lewati tanpa bersepeda. Kalau ditanya lebih suka naik motor atau sepeda,jawaban adalah lebih suka naik sepeda, selain untuk olahraga kata guru IPAnya disekolah bisa mengurangi globalisasi.

Perjalanan menuju kesekolah merupakan hal yang sangat dinantikan dan sangat disukai Riki. Di pinggir jalan menuju sekolah lah Riki bertemu bertemu seorang perempuan ayu nan cantik hingga akhirnya diam-diam ia jatuh cinta kepada gadis itu.
Suatu pagi ketika berangkat sekolah Riki memberanikan diri untuk berkenalan dengan gadis itu. Ia minta nomor Hp nya. Dengan malu-malu gadis itu menyebutkan namanya. "Alya" bibir manis itu menyebutkan nama dirinya.
Senang sekali Riki sudah bisa kenalan dan mengetahui nomor Hp gadis itu. Malamnya Riki langsung sms Alya, smsnya cuma basa-basi dan terkesan garing. Namun di balasnya sms Riki. Satu hari, dua hari, tiga hari Riki sms Alya tiap hari. Walaupun balasan sms Alya dari Riki terkesan cuek,malah kadang tidak balas, Riki tetap saja sms Alya tiap malam.

Riki sangat mencintai Alya, dia ingin Alya menjadi kekasihnya. Namun apalah daya, ternyata Alya sudah mempunyai seorang kekasih. Hati terasa hancur berkeping-keping ketika meilhat Alya diantar ke sekolah oleh kekasihnya.
"Cintaku ini tulus, aku tulus mencintai kamu, bukan karena parasmu yang Ayu, bukan karena kulitmu yang putih. Tapi karena sikap kamu, karena hatiku. Kalau kamu ngasih kesempatan buatku jujur mengungkapkan perasaanku, maka aku akan bilang ke kamu : Cintaku ini Setia, Bukan cinta monyet.  Aku akan menunggu, aku percaya jodoh itu di tangan Tuhan. Kalau lah nanti kamu bukan jodohku, aku ingin melihat kamu bahagia bersama pasanganmu Aku akan selalu merindukanmu Sayang." kata Riki dalam hati. "Biarlah senyum yang kau berikan kepadaku tiap kali kita ketemu menjadi kenangan dan hadiah yang paling indah darimu" lanjutnya dalam hati.

Cita-Cita Tidak Sama Dengan Mimpi

Mimpi dalam artian umum adalah bunga tidur, yaitu kejadian yang kita rasakan seperti kejadian nyata padahal kita dalam keadaan tidur. Di sisi lain, mimpi adalah harapan, khayalan,angan-angan dan keinginan yang ingin dicapai oleh seseorang namun belum ada kepastian bisa terwujudkan.

Cita-cita sama halnya mimpi, yaitu harapan, khayalan,angan-angan dan keinginan yang ingin dicapai oleh seseorang namun juga belum ada kepastian bisa terwujudkan.

Nah, apakah Cita-cita sama dengan Mimpi?

Jawabannya adalah TIDAK... Kenapa saya bisa jawab cita-cita tidak sama dengan mimpi, padahal dalam penjelasan diatas, penjelasannya adalah sama?
Memang benar sekilas cita-cita adalah sebuah mimpi, namun seseorang akan berusaha keras untuk mewujudkan sebuah cita-cita. Berbeda dengan mimpi . . . Mimpi adalah mimpi, seseorang yang terlalu banyak memiliki angan-angan, dia hanya akan memikirkan semua angan-angan itu dan memikirkan bagaimana angan-angan itu bisa terwujud, namun dia tidak melakukan usaha apapun untuk mewujudkan mimpinya itu. Karena dia sudah terhanyut dalam nikmatnya menjadi seserang seperti yang diimpikan, yang padahal itu hanyalah sebuah mimpi. Mimpi yang sangat indah.

Mimpi tetaplah mimpi.
Buang semua mimpimu, janganlah terlalu banyak bermimpi. Karena mimpi yang terlalu banyak cuma akan membuatmu menjadi seorang pemalas, seorang pelamun yang memikirkan mimpi-mimpi itu.

Belajar, berusaha, dan berdoa demi mewujudkan cita-cita.

mimpi? No . . . .

Semoga bermanfaat.. . . .
Salam. . . .

Selasa, 14 Juni 2011

Para Seniman Kecil Perlu Mendapatkan Penghargaan Yang Lebih



Yang  saya maksud di sini bukanlah seorang anak kecil yang menjadi seniman, melainkan seorang seniman yang bisa menghasilkan karya-karya yang memiliki nilai seni yang tinggi, namun hanya mendapatkan bayaran yang tidak setara dengan karya yang dihasilkannya. Karya yang mereka hasilkan sebenarnya adalah karya yang memiliki nilai seni tinggi yang saya pikir pentas untuk mendapatkan penghargaan yang lebih. Saya lihat barang yang mereka hasilkan cukup sulit untuk di buat oleh orang-orang biasa.

Seperti yang saya lihat di tontonan wayang hari Sabtu kemarin di desa Seren, banyak para penjual wayang-wayangan dan barang lain yang saya anggap merupakan karya seni. Di lihat dari struktur bentuk, gambar, dan pewarnaannya saya yakin membutuhkan keahlian khusus dan tidak cepat untuk membuatnya. Mereka harus menggambar dahulu bentuk tokoh wayang akan mereka buat, kemudian memotongnya sesuai gambar itu, mewarnai dasar, kemudian mewarnai sesuai karakter dan rupa tokoh wayang sebenarnya, kemudian yang terakhir adalah mengeringkannya.

Susah, rumit, dan memakan waktu yang tidak sebentar bukan???
Tapi kenapa harga wayang-wayang itu tidak semahal ketrampilan yang miliki para pembuatnya? Malah menurut saya harga wayang itu sangat murah untuk ukuran sebuah karya seni. Saya tanya kepada penjualnya, rata-rata harga satu tokoh wayang yang dia buat cuma seharga 15.000 rupiah. Apakah itu setara dengan keahlian yang dimiliki, modal yang dikeluarkan, waktu pembuatan? Tidak bukan. Malah saya pikir jauh dari setara.

Tidak hanya seniman wayang-wayangan, tapi seniman kecil lainnya seperti pembuat mainan tradisional untuk anak kecil, pembuat perabotan tradisional, pembuat kepang,pembuat besek, pembuat tikar, dan masih banyak lagi karya seni tradisional yang seharusnya mendapatkan bayaran yang lebih atas kerja keras yang mereka lokoni.

Hmmm... Gimana ya kalau mereka mendapat bayaran yang lebih atau setidaknya setara dengan karya seni yang mereka hasikan?? Pastinya para seniman kecil itu akan bisa mencukupi hidupnya hanya dengan berkarya. Dan pasti angka kemiskinan di Indonesia akan berkurang, karena kebanyakan dari seniman kecil termasuk rakyat miskin karena hal itu tadi, mereka menghasilkan karya yang bernilai seni tinggi tapi mereka hanya dapat bayaran sedikit.

Hargailah seni! Brantas Kemiskinan!

Senin, 13 Juni 2011

Siswi Kelas 5 SD di Perkosa 5 Tetangga

Kenikmatan dan kepuasan seks sangat diinginkan setiap orang. Kata orang surganya dunia yaitu ketika mr.P si lelaki bertemu dengan ms.V si perempuan.

Seharusnya itu dilakukan oleh orang-orang yang sudah menjadi muhrimnya. Namun, belakangan ini saya mendengar kalau 80% pelajar wanita di kota-kota tidak perawan lagi. Apakah yang menyebabkan itu bisa terjadi? Hanya mereka pribadi yang tahu dan biarlah menjadi rahasia mereka.

Akhir-akhir ini di Desa Sambeng, kecamatan Bayan, kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tetangga desa dimana saya tinggal lagi panas-panasnya pembicaraan tentang pemerkosaan siswi kelas 5 SD yang dilakukan oleh 5 orang tetangganya sendiri. Tidak hanya sekali duakali pemerkosaan itu dilakukan, salah satu tersangka ditanya mengaku telah melakukan hubungan seks dengan siswi SD itu sebanyak 21 kali, yang lainnya ditanya sudah melakukan 20 kali dan 14 kali.

Awalnya siswi SD itu tidak mau ketika diajak oleh para pelaku, namun karena pelaku mengancam menggunakan clurit, siswi itu takut dan akhirnya mau diajak untuk berbuat mesum. Sepintar-pintar orang menyembunyikan bangkai, akhirnya tercium juga baunya. Kejadian itupun diketahui oleh para warga. Korban di panggil ke kantor kepala desa untuk dimintai keterangan. Dia mengaku ada 5 orang yang telah memperkosanya. Para pelaku pun di panggil dan di mintai keterangan oleh ketua RT dan kepala desa.

Kejadian itu tidak sampai ke tangan polisi karena pihak keluarga korban setuju untuk diajak damai, dengan syarat masing-masing pelaku harus membayar 9juta rupiah. Para pelaku dikasih waktu 2hari untuk membayarnya atau mereka akan mendekam di tahanan.

Menyontek Sudah Menjadi Tradisi di Sekolah

Senin, 13 juni 2011.
Belajar merupakan kewajiban yang harus dilakoni setiap hari oleh para pelajar. Entah itu belajar dari buku-buku pelajaran, dari internet maupun dari lingkungan nyata.Belajar dari lingkungan nyata adalah hal yang setiap hari dialami oleh semua orang(kecuali orang yang tiap hari kerjaannya cuma tidur dan makan doank...hheehee). Belajar dari internet paling cuma untuk mencari tugas sekolah yang diberikan oleh gurunya, kadang malah ngomong sama orang tua ingin ngenet di warnet untuk mencari tugas sekolah, e... ternyata di warnet cuma buka FB dan Twitter.
Bagaimana dengan belajar melalui buku-buku pelajaran?
Menurut pengamatan dan kejadian yang saya alami sendiri di sekolah, para siswa cenderung lebih mengandalkan untuk menyontek teman atau membuka buku diam-diam untuk mencari jawaban. Ketika saya tanya kepada teman-teman saya "Besok ulangan ya?", kebanyakan dari mereka langsung menjawab "Halah, ulangan gag ulangan sama saja, toh besok ujung-ujungnya juga nyontek. Yang penting dapet nilai bagus!".
Ckckck.... Di dalam hati saya berkata : Mereka memang selalu mendapatkan nilai yang bagus-bagus(rata-rata 90), tapi apakah kali di test secara lisan satu-persatu mereka akan bisa menjawab? apakah dalam ujian nanti mereka juga akan menyontek seperti itu? Bagaimana nasib negeri ini kalau menyontek menjadi tradisi ketika para pelajar ulangan atau ujian? apakah nantinya masih akan ada orang yang pintar dalam artian yang sebenarnya?
Itulah pertanyaan yang terlintas dalam pikiran saya...